dailylutim.id – Anak-anak Di Pelosok Luwu Timur Kini Berjalan Ke Masjid Sebelum Fajar. Kebiasaan Itu Tumbuh Dari Program Pejuang Subuh Luwu Timur Yang Digagas Bupati.
Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur, Hj. Prima Eyza Purnama, Memberi Apresiasi Atas Program Tersebut.
Baginya, Program Ini Jadi Ikhtiar Penting Membangun Karakter Generasi Muda Lewat Pembiasaan Nilai Keagamaan Sejak Dini.
Pejuang Subuh Luwu Timur Dan Pembangunan Karakter
Prima Eyza Juga Praktisi Pendidikan Dasar. Ia Menilai Pembangunan Daerah Harus Seimbang Antara Infrastruktur Fisik Dan Kualitas Manusianya.
“Nilai Penting Dari Pejuang Subuh Bukan Semata-mata Hadirnya Anak-anak Di Masjid Saat Subuh, Tetapi Pada Proses Membangun Kebiasaan Baik—belajar Disiplin, Menghargai Waktu, Hingga Menumbuhkan Kecintaan Terhadap Ibadah,” Ujar Prima Eyza Beberapa Hari Lalu.
Selain Itu, Ia Mengingatkan Pelaksanaan Program Dilakukan Secara Bijaksana Dan Adaptif.
Sebab, Kondisi Geografis Serta Sarana Pendukung Tiap Anak Berbeda-beda.
Dampak Nyata Bagi Warga Luwu Timur
Bagi Warga, Program Ini Menumbuhkan Kebiasaan Baik Anak Sejak Dini.
Anak Belajar Disiplin, Menghargai Waktu, Dan Mencintai Ibadah.
Meski Begitu, Prima Eyza Menegaskan Pembangunan Luwu Timur Tidak Hanya Tentang Jalan Dan Gedung.
“Pembangunan Luwu Timur Tidak Hanya Tentang Jalan Dan Gedung, Tetapi Juga Mempersiapkan Manusia Unggul Untuk Masa Depan. Jika Dari Masjid Anak-anak Belajar Disiplin Dan Kebaikan, Di Situlah Pejuang Subuh Menemukan Makna Sesungguhnya,” Pungkasnya.
Lebih Lanjut, Dukungan Ini Menegaskan Arah Pembangunan Lutim Yang Menyeimbangkan Fisik Dan Mental.
Tak Hanya Itu, Warga Berharap Program Berjalan Merata Hingga Pelosok Desa.
Alhasil, Generasi Muda Luwu Timur Tumbuh Lebih Siap Menyongsong Masa Depan.