Daily Lutim 31°C
Kategori
DPRD Lutim Minta Proyek Pipa Minyak PT Vale Tetap Berhenti

DPRD Lutim Minta Proyek Pipa Minyak PT Vale Tetap Berhenti

11 Oct 2026  •  673 kali dilihat

Bagikan :

dailylutim.id - Komisi III DPRD Luwu Timur meminta proyek pipa minyak PT Vale Indonesia tidak kembali beroperasi sebelum seluruh persoalan disepakati bersama.

Ketua Komisi III DPRD Luwu Timur, Rivaldi, menegaskan pekerjaan harus menunggu hasil rapat lanjutan antara pihak-pihak terkait.

Proyek tersebut telah berhenti lebih dari sepekan setelah muncul kesepakatan dalam rapat di Kantor Camat Wasuponda.

AMDAL Jadi Dasar Penghentian Sementara

Rivaldi menjelaskan, sikap DPRD merujuk pada ketentuan dalam dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Menurutnya, persoalan di lapangan harus diselesaikan sebelum kegiatan kembali berjalan. Sosialisasi kepada masyarakat terdampak juga menjadi bagian yang perlu dipastikan.

“Sebagaimana disampaikan Dinas Lingkungan Hidup pada rapat dengar pendapat pertama, amanah AMDAL menyebutkan bahwa sebelum beroperasi harus dipastikan seluruh persoalan sudah bersih dan tuntas, termasuk sosialisasi kepada masyarakat terdampak,” ujar Rivaldi.

Ia meminta pelaksana proyek tidak terburu-buru melanjutkan pekerjaan jika kewajiban tersebut belum diwujudkan secara nyata.

“Jika masih ada amanah AMDAL yang belum diwujudkan dalam bentuk tindakan, sebaiknya tidak terburu-buru melakukan operasi,” katanya.

Kelanjutan Proyek Menunggu Kesepahaman

Bagi DPRD, penyelesaian persoalan tidak cukup hanya dibicarakan dalam forum rapat. Komitmen yang disepakati juga perlu diwujudkan sebelum pekerjaan kembali dilaksanakan.

Karena itu, hasil pertemuan lanjutan akan menjadi bagian penting dalam menentukan langkah berikutnya.

Persoalan ini turut menyoroti pentingnya komunikasi antara perusahaan dan masyarakat di sekitar wilayah proyek.

DPRD berharap pengawasan terhadap pelaksanaan kewajiban lingkungan tetap berjalan, sementara aspirasi warga terdampak mendapat perhatian dalam proses penyelesaian.

Hingga ada kesepahaman bersama, Rivaldi menegaskan proyek pipa minyak tersebut sebaiknya tidak kembali beroperasi. (bii)

Berita Terbaru
Trending